Wisata ke Semarang

Travel

Dari tanggal 14 sampai 16 Januari 2016 gue berkesempatan untuk mengunjungi salah satu kota yang sering menjadi tujuan wisata di pulau Jawa: Semarang. Kota ini merupakan ibukota propinsi Jawa Tengah. Dibutuhkan waktu sekitar enam jam perjalanan kereta dari stasiun Gambir Jakarta sampai Semarang Tawang.

Advertisements

Liburan ke Bandung

Travel

Bandung memang ga pernah kalah soal tempat merilekskan pikiran dan badan. Dengan adanya bermacam-macam wisata kuliner, udara yang sejuk, ditambah orang-orangnya yang ramah bikin bandung jadi salah satu tempat tujuan wisata favorit wisatawan lokal, termasuk gue. Selama tiga hari kemarin gue bareng keluarga gue menghabiskan waktu buat menelusuri beberapa tempat seru di kota kembang tersebut.

Hari Pertama

Gue nginep di hotel Padma. Hotel ini ada di daerah Ciumbuleuit; dari UNPAR keatas terus sampe ketemu bunderan, belok kanan, ikutin jalan bakalan nemu hotel Padma. Hotel ini keren banget. Dari restorannya kita bisa lihat pemandangan hutan yang berada tepat dibelakang hotel ini plus pegunungan yang berada disekitarnya. Nginep di hotel ini serasa kita lagi di tengah-tengah hutan.

Malemnya, gue pergi ke The Valley. The Valley ini salah satu café yang cukup terkenal di kota Bandung. Terletak di daerah Dago Atas yang buat mencapainya kita mesti naik sampai keatas bukit. Tempat ini cocok buat yang pengen berduaan sama pasangan, tapi cocok juga buat ngumpul bareng smaa sohib-sohib atau keluarga. Suasananya dingin, romantis, cozy dan rapi. Makanannya mahal. Yang recommended disini adalah bajigur dan zuppa soup. Gue udah dua kali kesini, dan kedua-duanya malem hari. Kalo malem hari kita bisa lihat pemandangn lampu-lampu kota bandung dari sini yang keren banget.

Hari Kedua

Di hari kedua, ada dua tempat yang gue kunjungi: pertama De Ranch dan yang kedua Floating Market Lembang (FML). Walaupun inti dari kedua tempat ini sama; yakni café, namun mereka memiliki ciri masing-masing yang khas. De Ranch menawarkan konsep peternakan kuda dan cowboy ala Texas sedangkan Floating Market Lembang, sesuai namanya, menawarkan konsep makan dengan jajanannnya yang ditawarkan diatas perahu.

Dari luar, De Ranch udah bisa ngasihtau kita kaya apa tempat yang satu ini. Dengan dekorasi khas rumah cowboy kaya dinding kayu, pintu khas rumah cowboy. Cukup bayar Rp. 5000 kita udah bisa masuk ke tempat ini. oh iya, potongan tiket masuknya juga btermasuk free drink didalam berupa susu sapi atau yoghurt. Didalam kita bisa lihat kuda, maksud gue, banyak kuda! Selain kuda ada lagi sapi dan macem-macem permainan buat anak-anak. Kalo mau naik delman disini kena tariff Rp. 25.000 per delman dan maksimal penumpangnya tiga orang (ga termasuk kusir). Kalau naik kuda tarifnya Rp. 20.000. Gue nyoba naik kuda, sumpah men rasanya bahagia bamget gue bisa naik kuda. Sebenernya sih ini bukan kali pertamanya gue naik kuda, gue pernah naik kuda di puncak dulu waktu masih kecil. Tapi yang namanya masih kecil ya gue udah lupa lah, lagian di umur segitu jug ague masih belum nyadar kalau kuda tuh biantang yang keren banget. Makanya pas gue naik kuda di De Ranch ini rasanya gue bahagia banget. Berasa kaya cowboy, kaisar, atau tentara jaman dulu yang masih pake kuda. Cuma agak serem juga bro naik kuda. Seremnya kalau kuda gue tiba-tiba pengen kawin atau berantem gara-gara liat kuda lain. Masalahnya, pas gue naik kuda itu kuda gue beberapa kali nyamperin kuda lainnya entah mau kawin, berantem atau ngegosip. Pengen sih bisa naik kuda yang lari-larian kejar-kejaran sama buronan pake pistol revolver haha film banget dh.

Tadinya gue Cuma mau ngunjungin De Ranch doing, tapi gue baru tau kalau ternyata lokasi De Ranch dan Floating Market Lembang ini berdekatan akhirnya setelah gue ke De Ranch langsung lanjut ke Floating Market Lembang. FML ini sebenernya Cuma food court dengan banyak spot foto yang menarik dan danau buatan yang gede. Tiket masuk kesini sebesar Rp. 10.000 dan udah termasuk free drink. Ada banyak makanan yang dijajakan disini mulai dari takoyaki, mi kocok, sampe nasi timbel. Sistem jajan disini yaitu pake sistem token. Kita tukerin uang kita dengan token yang bisa dipake buat jajan disini. Tokennya mulai dari yang paling kecil 5000 sampe yang paling gede 100.000. harga makanan disini memang mahal-mahal. Tahu bulet isi 10 aja 15.000.

Hari Ketiga

Di hari terakhir liburan gue ke Bandung ini, gue pergi ke café yang lagi in di Bandung: Lawang Wangi. Café ini searah sama The Valley, Cuma kalau Lawang Wangi ini adanya sebelum The Valley. Tempatnya sangat keren menurut gue. Dari gerbangngnya aja kita udah bisa ngelihat kekreatifan orang yang bikin Lawang Wangi ini. masuk ke halaman parkir kita bisa ngeliat beberapa patung yang keren dan nyeni banget. Masuk kedalam juga ada banyak lukisan-lukisan yang di pajang. Pas gue kesini, lukisan yang dipajang hasil karya pelukis asal jerman (gue lupa namanya) dia bikin lukisan dengan goresan yang berupa aksara Jawa. Dan lukisan-lukisan yang dia pamerin nyeritain tentang kehidupan Yesus mulai dari dia lahir sampai meninggal.

Setelah puas ngeliatin lukisan dan berbagai macam karya seni lainnya, gue lanjut ke lantai dua buat makan siang. Menu yang gue pesen adalah ayam penyet. Ayamnya gede, enak, dan pedesnya mantep, salah satu menu recommended disini. Di lantai dua ini kita bisa keluar ke teras dan ngeliat pemandangan lembang dari bukit. Pemandangannya bener-bener pecah banget! Sayang gue ga kesini waktu malem, mungkin kalau malem lebih pecah berantakan berdarah-darah kali kerennya.

Setelah itu, seperti ritual setiap wisatawan, gue belanja oleh-oleh. Beli beberapa brownies dan kue-kue kering di Kartika Sari Dago. Abis itu gue pulang ke Nangor dan bokap nyokap, kakak, kakak ipar, dan keponakan gue pulang ke Jakarta. Mungkin lain kali bakalan gue jelajahi lagi beberapa tempat enak di Bandung. Hatur nuhun sadayana.