Surabaya-Malang Trip (Part 1)

Travel

Dalam rangka merayakan kelulusan, gue dan 8 orang teman-teman sekelas mengadakan acara jalan-jalan ke Surabaya dan Malang. Berhubung ada salah satu temen gue yang asli orang Surabaya jadinya lebih murah karena bisa mangkas biaya penginapan sama transportasi selama di sana hehe.

Advertisements

Wisata ke Semarang

Travel

Dari tanggal 14 sampai 16 Januari 2016 gue berkesempatan untuk mengunjungi salah satu kota yang sering menjadi tujuan wisata di pulau Jawa: Semarang. Kota ini merupakan ibukota propinsi Jawa Tengah. Dibutuhkan waktu sekitar enam jam perjalanan kereta dari stasiun Gambir Jakarta sampai Semarang Tawang.

Wisata Budaya ke Jogjakarta

Travel

Tanggal 1 sampai 4 Mei kemarin, gue berkesempatan untuk jalan-jalan ke kota pelajar Jogjakarta sama keluarga gue. Gue beruntung bisa mampir ke beberapa tempat warisan budaya lokal disana. So here’s the story.

Pertama gue pergi ke Ullen Sentalu. Tempat ini direkomendasikan oleh mantan gebetan teman gue yang pernah kuliah di Jogja. Sebenarnya rencana awalnya adalah mengunjungi tempat-tempat dengan pemandangan alam yang cantik seperti Kalibiru atau Pantai Indrayani, namun karena cuaca pada saat itu benar-benar tidak mendukung akhirnya gue memutuskan untuk pergi ke tempat-tempat yang beratap saja.

Perjalanan kesana membutuhnkan waktu sekitar satu jam dari hotel tempat saya menginap Hyatt. Taksi yang gue gunakan pada saat itu benar-benar g4o3l, karena dilengkapi dengna karaoke system! hahaha gue langsung pengen ketawa begitu liat, entah gue bener-bener katrok karena ga tau emang karaoke system ini emang udah jadi hal yang biasa, atau mungkin gue jadi teringat dengan film Taxi.

Di tempat tujuan kami membeli tiket seharga Rp. 30.000 per orang, plus tiga jas hujan karena untuk menyusuri ruang-ruang galeri di museum ini memang harus berjalan menyusuri lorong yang tidak beratap. Kami masuk bersama beberapa wisatawan lainnya dengan ditemani oleh seorang mbak pemandu.

Kami diajak menyusuri kamar-kamar didalam museum tersebut yang berisi bermacam barang peninggalan kerajaan Mataram seperti gamelan, lukisan-lukisan, kain batik dan patung-patung. Sayang kemi tidak diperbolehkan untuk mengambil foto didalam museum ini, jadinya gue kasih foto-foto narsis gue aja di halaman museumnya aja ya.

 Photo 05-05-15 07.16.42
Photo 05-05-15 07.17.04
Photo 05-05-15 07.17.36
Hari kedua, gue mengunjungi tempat pemandian para istri dan selir raja di Jogjakarta jaman dulu: Taman Sari. Lokasi tempat ini berdekatan dengan Keraton Jogja dan Alun-Alun, Tanya saja ke tukang becak atau delman di sekitar alun-alun, mereka pasti akan senang hati menunjukkan lokasi tempat ini.
Pengunjung hanya dikenakan biaya sebesar Rp. 5000 untuk bisa masuk ke tempat ini. Didalamnya kita bisa melihat dua buah kolam besar yang digunakan oleh para istri dan selir raja untuk mandi. Menurut cerita pemandu, raja-raja jaman dulu senang menonton para istri dan selirnya mandi bersama. Kemudian sayapun diajak masuk kedalam ruang bawah tanah dimana dulu digunakan sebagai tempat untuk solat berjamaah.
DSC02901
DSC02909
DSC02916
DSC02924
IMG_6461
Sepulangnya dari Taman Sari, saya kembali ke hotel untuk beristirahat sebentar. Tepat pada pukul 8, saya kembali turun ke jalan untuk mencicipi atraksi malam kota Jogja.
Salah satu hal yang sedang menjadi tren d Jogja adalah keliling alun-alun dengan odong-odong yang dihiasi lampu neon warna-warni. Saya menjajalnya dan tidak tanggung-tanggung langsung genjot dua putaran. Rasanya setelah ngegenjot odong-odong itu bener-bener capek dan kaos gw langsung basah karena keringat.
IMG_6463
IMG_6467
Berhubung perut langsung kelaparan setelah gowes odong-odong, gue memutuskan untuk mencari tempat makan yang yahud. Menurut beberapa rekomendasi ada satu gudeg di Jogja yang terkenal karena rasanya yang khas dan tempatnya yang ‘sembarangan’, namanya Gudeg Pawon.
Pawon dalam bahasa Jawa berarti dapur, dan memang itulah pemandangan yang pertama kali terlihat begitu masuk kedalam rumah makan ini. Begitu sampai di rumah makan yang baru buka pukul 10 malam ini, gue melihat pemandangan yang sulit dipercaya. Jam 10 lewat 5 orang-orang udah pada ngantri buat makan gudeg disini. Ga ada kesan interior yang fancy ataupun menu makanan yang photogenic disini, tapi orang-orang yang dateng kesini (menurut gue) adalah masyarakat menengah keatas, mungkin karena udah punya nama.
Photo 03-05-15 22.04.36
Photo 03-05-15 22.04.40
Setelah gue icip gudegnya, hmm… bener-bener enak. Nasinya terasa gurih dan lauknyapun (ayam, krecek, nangka, telor, dan tempe) sangat enak. Tak heran begitu banyak orang yang rela ngantri malam-malam demi menikmati sepiring gudeg hangat ini. Btw, karena situasi kurang cahaya saya tidak sempat memfoto gudegnya, sebenarnya tampilannya sama saja seperti gudeg basah lainnya.