Wisata ke Semarang

Travel

Dari tanggal 14 sampai 16 Januari 2016 gue berkesempatan untuk mengunjungi salah satu kota yang sering menjadi tujuan wisata di pulau Jawa: Semarang. Kota ini merupakan ibukota propinsi Jawa Tengah. Dibutuhkan waktu sekitar enam jam perjalanan kereta dari stasiun Gambir Jakarta sampai Semarang Tawang.

Saya hanya berkesempatan untuk mengunjungi tempat tujuan wisata kotanya saja, jadi tidak sampai berkeliling keluar kota Semarang untuk menikmati pemandangan alamnya.

Tempat pertama yang saya kunjungi adalah Masjid Agung Jawa Tengah.

Bangunan ini sangat megah dan luas sekali. Di halaman masjid terdapat enam buah payung besar yang menyerupai payung-payung yang ada di masjid Nabawi Madinah. Diluarnya terdapat halaman ubin yang sangat luas dan disisi terluarnya dihiasi oleh tiang yang tersambung satu dengan yang lainnya membentuk bujur dan dihiasi dengan nuansa ungu. Kalau siang hari teras ubin ini akan terasa sangat panas karena terbakar oleh sinar matahari Semarang yang bisa dua kali lipatnya Jakarta.

_DSC0698

Bangunan masjidnya sendiri memakai desain khas Jawa Tengah, yaitu bentuk atap limas segi empat. Melewati pintu masuk kita akan disambut oleh hiasan Al-Quran yang sangat besar, kemudian di sudut kanan pintu masuh juga terdapat bedug. Ada dua bedug di masjid ini: satu yang berada didalam masjid, dan yang lain ada di luar masjid._DSC0686

Diluar masjid ini juga terdapat menara setinggi 18 lantai yang dari sana kita bisa melihat pemandangan kota Semarang. Disanapun terdapat teropong yang bisa kita sewa dengan menggunakan koin Rp. 1000 yang baru untuk 5 menit pemakaian.

Tempat kedua yang saya kunjungi adalah rumah ibadah umat Kong Hu Chu yang cukup terkenal di kota Semarang, yaitu Klenteng Sam Poo Kong.

Tempat ini diyakini sebagai lokasi mendaratnya laksamana Tionghoa muslim pertama di tanah Semarang yaitu laksamana Zheng He / Cheng Ho. Bangunan ini sebenarnya adalah tempat untuk menapaktilasi laksamana Zheng He itu sendiri, namun karena banyak orang Indonesia keturunan Tionghoa yang menganggap bangunan ini menyerupai sebuah klenteng banyak orang yang beribadah di tempat ini. Walaupun laksamana Zheng He ialah seorang muslim, banyak masyarakat Tionghoa yang berziarah dan mendoakannya di tempat ini, hal ini tidak mengherankan karena bagi umat Kong Hu Chu orang yang sudah meninggal dapat memberikan perlindungan bagi mereka yang masih hidup.

_DSC0603

Didalam kompleks klenteng ini terdapat tiga bangunan utama: klenteng yang digunakan sebagai tempat beribadah, sebuah istana besar, dan sebuah gerbang yang sangat tinggi bergaya cina. Ketiganya dihiasi dengan nuansa merah terang.

_DSC0623

4Y9A9743

Setelah puas mengelilingi kompleks tersebut, saya melanjutkan perjalanan menuju tempat ang tidak kalah populer lainnya, yang juga sering menjadi lokasi syuting, khususnya syuting film-film horor. Tempat ini tidak lain tidak bukan adalah Lawang Sewu.

Saat ini, gedung ini adalah milik PT. Kereta Api Indonesia (PT. KAI). Dalam bahasa Jawa, lawang sewu berarti pintu seribu. Gedung ini dinamakan demikian karena memiliki banyak sekali pintu dan jendela didalamnya walaupun jumlahnya tidak sampai seribu.

_DSC0633

_DSC0649

Spooky

Menurut gue, Semarang ini kota yang cukup asik buat wisata. Apalagi buat kamu yang senang melihat pemandangan gedung-gedung tua zaman penjajahan dulu, kota ini menawarkan banyak objek wisata.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s