Tak Ada yang Benar-Benar Asli

Articles

“Coba dengerin lagunya si X (nama artis Indonesia) deh. Mirip banget sama si A (artis luar negeri). Plagiat banget :)).” Begitulah bunyi kicauan seorang teman di twitter-nya menyinggung artis Indonesia yang lagunya dirasa menjiplak hasil karya orang lain. Kicauannya ini mengingatkan saya akan diri saya dahulu yang benar-benar merasa jijik dengan artis-artis Indonesia yang memplagiat lagu dari artis mancanegara. Tapi itu dulu sampai pada satu masa pemikiran saya berubah.

Ketika saya SMP sampai dengan SMA, saya adalah orang yang sangat gandrung dengan yang namanya musik. Ngeband, ngulik lagu, dan dengerin lagu-lagu dari berbagai aliran serta belahan dunia udah jadi keseharian saya. Pada saat itu saya merasa seperti orang yang benar-benar paham dengan musik. Saya merasa seperti seorang pakar. Saya merasa saya adalah orang yang wawasannya sangat luas tentang dunia musik. Namun sayangnya, itu cuma perasaan saya saja.

Dengan perasaan tinggi hati itulah saya jadi orang yang sok tahu. Saya dengan jiwa analisis yang (sok) besar mengklaim lagu ini plagiat, lagu itu plagiat, si X memplagiat lagu Z, dst. Itu berlangsung terus sampai saya sadar bahwa musisi yang saya pujapun, ada lagunya yang terdengar mirip dengan lagu dari band lain. Kenyataan ini membuat saya merenung. Saya mengumpulkan fakta-fakta, menghubungkan setiap peristiwa dan pada akhirnya saya membuat sebuah kesimpulan.

Teman, yang namanya hasil karya manusia, tidak ada yang benar-benar asli. Semua terinspirasi dari karya lain. Coba simak wawancara seorang artis, band, penulis, sutradara film, atau siapapun yang bekerja di bidang seni perihal siapa yang menjadi panutan dalam setiap karyanya. Pernahkah salah satu dari mereka mengatakan “saya tidak punya tokoh panutan karena semua karya saya asli dari pikiran dan nurani saya sendiri.”? Pasti tidak pernah, karena semua pekerja seni selalu punya tokoh inspirasi yang jadi panutan dalam setiap karya-karyanya. Ia meniru gaya tokoh tersebut karena inspirator tersebut memiliki rasa yang sejalan dengan sang artis untuk membuat sebuah karya seni. Terinspirasi adalah hal yang baik karena ini mendorong kreativitas dari seorang artis untuk menciptakan karya yang lebih baik lagi, dan bisa saja karya yang terinspriasi tersebut adalah bentuk aspirasi kepada tokoh pujaannya tersebut.

Lalu, bagaimana dengan plagiat? Pertama yang harus kita ketahui adalah definisi dari plagiat itu sendiri. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, Plagiat adalah “pengambilan karangan (pendapat dsb) orang lain dan menjadikannya seolah-olah karangan (pendapat dsb) sendiri, msl menerbitkan karya tulis orang lain atas nama dirinya sendiri.” Saya akan berikan sedikit contoh.

Misal saya mencuri draft Kambing Jantan-nya Raditya Dika dan saya ubah nama Raditya Dika menjadi nama saya dan saya serahkan kepada penerbit. Akhirnya diterbitkanlah buku Kambing Jantan karangan Dimas Ahimsa. Itu berarti saya melakukan plagiat.

Berbeda dengan contoh berikut ini.

Saya menulis buku tentang seorang anak SMA yang berwatak konyol dan sering ketiban sial di sekolahnya. Tokoh tersebut juga punya pengalaman menggelikan dengan gebetan-gebetannya serta keluarganya. Saya tulis cerita tersebut dengan narasi yang lucu dan kadang vulgar dan saya beri judul “Laron Macho” apakah berarti saya melakukan plagiat terhadap karya Raditya Dika? Saya rasa tidak. Saya hanya terinspirasi dari Kambing Jantan-nya Raditya Dika, merumuskan formulanya, dan mengaplikasikan formula tersebut dengan gaya saya. Tidak ada karya Raditya Dika yang ditulis dengan nama saya, tidak ada pihak yang dirugikan.

Good_artist_copy_great_arti1-740x360

Nah, teman, menurut saya alangkah baiknya apabila kita tidak asal mengklaim sebuah karya seni itu plagiatlah, ga orisinil lah, dsb. Karena di zaman yang serba cepat ini tidak ada yang benar-benar asli. Kita semua saling terinspirasi dan meramu sendiri semua yang kita dapatkan untuk menciptakan sendiri karya kita. Semoga tulisan saya ini bermanfaat bagi teman-teman semua. Selamat berkarya!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s