Jakarta Blues Festival 2013

Event

Tanggal 16 November 2013 adalah sebuah ‘hari raya’ bagi para pecinta musik blues di Jakarta. Pasalnya, di tanggal tersebut ada perhelatan festival musik blues tahunan terbesar di Jakarta, yaitu Jakarta Blues Festival (JBF). Dengan mengusung tema ‘blues ‘n fruits’, JBF tahun ini menyajikan pertunjukkan yang seru serta artis-artis yang keren.

JBF 2013 ini berlangsung di Istora Senayan Jakarta. Awalnya, gue sama temen gue, Gilang, mengira JBF ini cuma pake bagian gedung Istora-nya aja, ternyata ga cuma dalemnya aja yang ada panggung, halaman parkirnya pun juga ada! Total ada 5 panggung di JBF 2013. Dua panggung outdoor dan tiga panggung indoor.

Ada banyak artis-artis seru di JBF ini, tapi karena keterbatasan waktu dan energi, yang gue tonton cuma Electric Cadillac, Balawan, INA Blues feat. Shun Kikuta, Jopie Item, dan Gugun Blues Shelter.

Electric Cadillac, band blues asal Jakarta yang sedang naik daun ini main jam 3:15. Gue emang sengaja nonton band ini buat nonton sahabat gue, Meidian, yang jadi drummer-nya. Dengan permainan gitar yang asyik serta didukung oleh pemain saxophone membuat penampilan band ini jadi sangat atraktif.

IMG_4053

Dari kiri: Gilang, Meidian, Gue

Balawan memainkan musik yang adem semriwing diawal kemudian berubah nge-rock di akhir pertunjukkan. Aksi panggungnya yang paling memorable adalah ketika dia melakukan improvisasi dengan drummer-nya dan tahukah efek apa yang dipakai buat gitarnya? Efek suara gamelan! Gue takjub bisa-bisanya Balawan mencet senar gitar tapi yang keluar bunyi gamelan. Selain itu dia juga berduet dengan penyanyi rock asal Bali yang bikin pertunjukkan jadi makin panas.

IMG_4050

Balawan

Salah satu niat gue untuk datang ke JBF ini adalah menyaksikan Gugun Blues Shelter (GBS). Namun sayang ketika band ini naik panggung bencana alam tidak bisa dihindari. Ribuan air tumpah dari langit alias hujan! Akhirnya gue hanya menikmati GBS dari jauh sambil neduh. :(

IMG_4066

Hujan yang membuyarkan harapan…

Menurut gue kekurangan JBF 2013 ini yang paling utama adalah soal antisipasi hujan. Sebaiknya panitia bisa menyewakan payung atau membuat tenda-tenda kecil didepan sstage-stage outdoor biar penonton bisa menikmati pertunjukkan tanpa terganggu hujan. Tanda keluar venue juga menurut gue harus diperbaiki. Ketika keluar dari venue, penonton akan diberi semacam tanda agar dia bisa masuk ke venue kembali. Umumnya, tanda ini menempel di tubuh penonton seperti stempel atau gelang yang ga bisa dilepas (kalau mau dilepas harus digunting, yang berarti anda tidak bisa masuk kembali ke venue), tapi di JBF ini tanda tersebut hanya berupa gelang dengan bahan kertas yang ditempel lem biasa. Dan tahukah saudara-saudara apa yang terjadi ketika gue keluar dari venue? Ada banyak slankers yang membutuhkan gelang tersebut supaya bisa masuk venue! Ya, karena bahannya kertas dan lem, jadi gelang itu gampang dipindahtangankan. Guepun langsung didekati sama salah satu Slankers. Slankers yang minta gelang gue itu usianya jauh di bawah gue, masih SMP mungkin. Gue kasihlah gelang gue itu. Pas gue ajak ngobrol bentar, katanya dia dari Jawa dan dia ke Istora nebeng pake truk rame-rame demi nonton idolanya.

Secara keseluruhan acara JBF 2013 ini sukses. Dan gue harap kedepannya kekurangan-kekurangan yang gue paparkan tadi bisa diperbaiki. Sampai jumpa di Jakarta Blues Festival 2014 dan mari menikmati musik blues!

IMG_4035

Di wall of comment

IMG_4067

Salah satu graffiti yang dipamerin di JBF 2013

IMG_4037

Bajaj blues

IMG_4064

Didampingi asisten dan bodyguard :D

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s