Talkshow Scholarship Hunter

Event

Tadi pagi, saya mengikuti acara talkshow oleh mas Muhammad Assad yang berjudul ‘Scholarship Hunter: Cara Mudah Mendapatkan Beasiswa.’ Dari seminar ini saya jadi tau kalau mencari beasiswa ga sesulit yang saya kira selama ini.

Acaranya bisa dibilang agak ngaret. Di jadwal yang seharusnya jam 9, tapi acaranya baru mulai jam 9:30. Acara dibuka dengan sambutan dan doa langsung oleh Muhammad Assad. Setelah itu beliau mempresentasikan secara singkat tentang kehidupannya selama berkuliah di Qatar. Perjalanan kuliah mas Assad di Qatar ini kurang lebih seperti apa yang beliau sampaikan di dua bukunya: Notes from Qatar dan Notes from Qatar 2.

Sesi kedua diisi oleh mas Bezie. Mas Bezie ini lulusan S2 Hukum di Perancis. Beliau bercerita banyak soal kehidupannya selama berkuliah disana. Ada yang lucu juga, seperti ketika di tahun pertama kuliah mas Bezie menyadari kalau dialah satu-satunya mahasiswa dari Indonesia. “Ngeliat bule-bule Perancis yang tinggi-tinggi, gagah-gagah saya nyempil sendiri karena kecil begini.” Semua peserta tertawa menyimak cerita mas Bezie, tapi di tahun kedua “penderitaan”nya berakhir karena ada mahasiswa Indonesia yang berkuliah disana.

Sesi selanjutnya ada sesi sharing via Skype dengan mas Adhit. Beliau mahasiswa teknik yang (saat tulisan ini dibuat) sedang berkuliah S2 di Jerman. Mas Adhit ini termasuk kedalam mahasiswa supersibuk karena ia menjadi ketua semacam perserikatan mahasiswa teknik disana. Hebat!

Dari ketiga sesi sharing dapat ditarik kesimpulan: kuliah di luar negeri itu bisa, dan gampang. Syaratnya cuma butuh kegigihan alias persistence. Mas Assad mencoba puluhan kali meng-apply beasiswa dari puluhan universitas di luar negeri sampai akhirnya diterima. Begitu pula para pembicara yang lainnya, mereka memcoba mengirimkan aplikasi ke beberapa universitas sebelum akhirnya diterima.

IMG_2256

Bareng mas Assad

Intinya, setelah memutuskan untuk berkuliah di luar negeri dengan beasiswa kita harus rajin-rajin cari informasi soal beasiswa yang tersedia di jurusan yang kita inginkan. Di era informasi sekarang ini gampang banget buat nyari semua hal termasuk beasiswa. Ketik aja keyword ‘beasiswa’ di search bar twitter misalnya, maka akan berderet akun-akun yang berisi informasi beasiswa.

Setelah menemukan beasiswa yang diincar, mulailah melengkapi berkas-berkasnya. Biasanya beasiswa untuk berkuliah di luar negeri mensyaratkan tes TOEFL dengan skor 550 keatas. Ada juga yang mensyaratkan tes IELTS. Apapun syaratnya pastikan kamu dapat menyelesaikan dengan baik. Kalau perlu latihan dari jauh-jauh hari sebelum mengikuti tes tersebut.

Jam 2 siang acara diakhiri dengan product launching Delicheez. Delicheez ini snack cheesestick ala french fries, jadi dimakannya dengan cara masukin bumbu trus di-shake. Ada rasa rumput laut, rendang, keju, dan original. Pas gue coba rasanya enak juga. Gurih, ga keras, dan semua varian rasanya enak. Pantes stoples testernya sampe beberapa kali diisi ulang hehehe.

Acara yang sangat menarik, memberikan banyak informasi. Semoga mas Assad bisa mengadakan acara seperti ini lagi kedepannya. :)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s